Bappeda Bali dan World Bank Bahas Kajian “Bali Reimagined”, Rumuskan Opsi Investasi Strategis dan Berkelanjutan

DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bergerak cepat merespons hasil kajian awal dari World Bank Group bertajuk “Bali Reimagined”. Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Diskusi Teknis mengenai Opsi Investasi dan Kebijakan yang dibuka langsung oleh Kepala Bappeda Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra, bertempat di Ruang Cempaka Kantor Bappeda Provinsi Bali, Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Ika Putra menyampaikan bahwa World Bank telah melakukan studi mendalam terhadap berbagai isu strategis di Bali, mulai dari sektor transportasi, energi, kebudayaan, hingga pengelolaan sampah serta meninjau dokumen-dokumen daerah yang sudah ada.

Hasil kajian awal ini dipasangkan dalam forum diskusi teknis untuk mendapatkan masukan, perbaikan, serta penyempurnaan, yang nantinya akan menjadi rujukan utama proposal investasi berskala global.

“Ini momentum kita. Untuk jangka pendek, kita menyempurnakan rencana penanganan isu-isu strategis Bali. Di sisi lain, ini menjadi ajang promosi efektif kepada dunia. Ini kesempatan Bali untuk semakin mendunia, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tegas Ika Putra.

Tantangan di Balik Pesatnya Pertumbuhan Bali

Pada kesempatan yang sama, Operations Manager World Bank, Ms. Alanna Simpson, membawa kabar baik sekaligus catatan penting untuk masa depan Bali. Berdasarkan kajian World Bank, Bali merupakan global brand yang berhasil menarik jutaan wisatawan dan investasi, bahkan mencatatkan akselerasi kemajuan yang lebih cepat daripada rata-rata nasional.

Namun, keberhasilan ekonomi yang masif ini membawa tantangan yang tidak kalah besar. Alanna menyoroti adanya ketimpangan pembangunan antarwilayah di Bali, salah satunya di Kabupaten Karangasem, padahal Bali merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia.

“Pertanyaannya sekarang bukan apakah Bali bisa tumbuh, namun apakah sistem yang ada saat ini dapat menjaga pertumbuhan tersebut atau justru akan menjadi batasan di masa depan? Bali sebenarnya memiliki peluang yang sangat besar untuk terus berkembang,” ujar Alanna.

Fokus Sektor dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

Provinsi Bali memegang peran krusial bagi perekonomian nasional lewat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa lokal. Guna menjaga daya dukung dan kualitas destinasi tersebut, diskusi teknis ini secara khusus membedah sektor-sektor prioritas, meliputi: Transportasi dan Mobilitas, Energi dan Ketahanan Energi, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi, Pengelolaan Persampahan

Selain sektor utama di atas, isu lintas sektor seperti transformasi digital, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan kelembagaan, hingga mobilisasi pembiayaan (melibatkan BUMN, BUMD, swasta, dan lembaga pembiayaan) juga turut dikaji secara mendalam.

Forum ini didesain sebagai ruang dialog terstruktur yang mempertemukan berbagai pihak secara komprehensif, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota se-Bali, kalangan akademisi, asosiasi, hingga pemangku kepentingan terkait lainnya.

Output dan Sasaran Utama Diskusi Teknis

Melalui penyelenggaraan diskusi teknis komprehensif ini, terdapat 4 poin utama yang ditargetkan dapat tercapai, antara lain:

Validasi Data dan Isu: Melakukan validasi menyeluruh terhadap diagnosis sektoral, data, dan isu utama pada sektor transportasi, energi, air minum, sanitasi, persampahan, serta infrastruktur pendukung pariwisata.

Keselarasan Rencana Pembangunan: Menyamakan pemahaman mengenai prioritas awal opsi investasi agar selaras dengan rencana pembangunan daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) serta agenda pembangunan nasional.

Identifikasi Kesenjangan Analisis: Menemukan celah data atau informasi yang masih perlu ditindaklanjuti untuk memperkuat perumusan opsi investasi di Bali.

Strategi Pembiayaan Masa Depan: Membahas langkah awal penataan paket investasi yang kredibel, terstruktur, serta memperjelas koordinasi pelaksanaan dan alternatif pembiayaan pada tahap lanjutan.

Melalui sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Bali dan World Bank Group ini, opsi investasi prioritas yang dihasilkan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti secara bertahap demi mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh menghadapi masa depan.