Tingkatkan Kompetensi Guna Optimalkan Pelayanan Publik, Kepala Bappeda Bali Raih Gelar Doktor

JAKARTA — Di tengah kesibukan mengawal perencanaan pembangunan daerah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra, resmi menyandang gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Terbuka (UT).

Ia menjadi salah satu dari 1.540 wisudawan Wilayah II yang dikukuhkan dalam Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Gedung Universitas Terbuka Convention Center, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Wisudawan Wilayah II meliputi Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Bogor, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Tarakan, Denpasar, Mataram, Palu, dan Manado.

Kompetensi Pelayanan Publik yang Utama

Dihadapan para wartawan saat Konferensi Pers, Ika Putra menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) adalah hal mutlak demi mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Langkahnya melanjutkan studi ke jenjang S3 merupakan wujud nyata komitmen tersebut.

“Tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat harus didukung oleh kompetensi. Oleh sebab itu, saya sebagai abdi negara harus melanjutkan pendidikan. Tepat rasanya saya memilih UT karena prosesnya yang sangat terstandar,” ujar Wayan.

Ia mengakui bahwa menempuh studi di UT memberikan tantangan tersendiri yang positif bagi pengembangan diri.

“Kita dituntut disiplin akademik sekaligus disiplin waktu secara mandiri. Terasa betul perjuangannya ketika harus membagi waktu antara tugas pemerintahan yang padat dan perkuliahan hingga akhirnya bisa terselesaikan,” imbuhnya.

Disiplin Jadi Kunci Sukses Belajar di UT

Merespons hal tersebut, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, mengamini bahwa kemandirian dan kedisiplinan merupakan pilar utama kesuksesan mahasiswa UT. Menurutnya, sistem pembelajaran di UT dirancang inklusif sekaligus menguji komitmen mahasiswanya.

“UT memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat. Ya begitulah UT, bagi yang disiplinnya kurang, ya (lulusnya) akan agak lama. Di tengah kesibukannya yang luar biasa melayani masyarakat, alhamdulillah beliau bisa menyelesaikannya dengan sangat baik,” ungkap Prof. Ali.

Era Baru Pendidikan: Kampus yang Mendatangi Mahasiswa

Dalam pidato wisudanya, Rektor UT menekankan bahwa berkat kemajuan teknologi, paradigma kuliah konvensional telah bergeser. Konsep pendidikan tinggi masa kini tidak lagi mengharuskan mahasiswa mendatangi fisik kampus, melainkan sebaliknya.

“Kampus lah yang mendatangi mahasiswa. Bahan ajar cetak maupun digital kini bisa diakses langsung hingga ke alamat rumah dan gadget kita masing-masing,” jelas Prof. Ali.

Untuk mendukung fleksibilitas tanpa mengurangi kualitas, UT telah membangun ekosistem digital yang adaptif:

  • LMS (Learning Management System): Dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
  • Sistem Ujian Fleksibel: Menyediakan pilihan paper-based test hingga ujian online berbasis remote proctoring, live proctoring, automated online proctoring, serta ujian berbasis mobile.

Reputasi dan Rekognisi Global UT

Sebagai pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia, kualitas UT tidak perlu diragukan. Kampus ini telah mengantongi akreditasi internasional, dengan mayoritas program studi yang terakreditasi Unggul atau A.

Secara global, reputasi UT juga terus melejit. Hal ini dibuktikan dengan masuknya UT dalam pemeringkatan bergengsi dunia, Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings, yang kini melesat di posisi 801-1000 dunia.

Prestasi yang diraih oleh Kepala Bappeda Bali ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu bagi para profesional dan pejabat publik bukan lagi halangan untuk meraih pendidikan tertinggi, berkat sistem pembelajaran modern dan fleksibel yang ditawarkan oleh Universitas Terbuka.